
Imum Jon
PUKUL 03.00 pagi, saya bersama Thayeb Loh Angen, baru saja tiba di kantor, sebelumnya kami menikmati secangkir kopi di Dhapu Kupi, Simpang Surabaya, Banda Aceh. Selesai memakirkan sepeda motor, Pak Thayeb langsung pergi merebahkan tubuh dan mengistirahatkan mata di kamar pribadinya.
Saya memutuskan kembali duduk di depan komputer, mata saya masih kuat belum ada tanda-tanda ngantuk sedikitpun, komputer saya nyalakan, internetpun terhubung, saya memutuskan membuka halaman facebook, namun saya tak menemukan apa-apa di sana.
Saya memutar pikiran, bagaimana melalaikan diri, mengingat malam sudah larut sedangkan orang lain asik dengan mimpinya, tidak mungkin saya harus berkutat dengan komputer dan tidak berbuat apa-apa.
Namun kebuntuan terlepas, entah kenapa saya memutuskan untuk mendownload lagu Aceh saja, setelah share sana sini saya memilih mencari lagu Imum Jon, saya tertarik karena sempat mendengar lagu itu di rumah kos teman saya, Mirza Fahmi. Ia sendiri sangat suka dengan lagu-lagu yang di nyanyikan Imum Jon itu, bahkan sebagian besar ia sudah menghapal lirik-liriknya.
Tak ayal lagi, setelah mendengar musik berjudul ‘Pusaka Nanggroe’ yang di nyanyikan oleh Imum Jon, saya langsung tertarik. Tak hanya itu, Mirza dengan sekali klik, memutar semua lagu-lagu yang di nyanyikan Imum Jon, saya jadi tambah tertarik, tertarik untuk mengoleksinya.
Sayangnya, waktu di rumah Kos Mirza itu, saya tak sempat mengkopi lagu-lagu Imum Jon, alasannya saya tidak punya Flashdisk, tak tempat untuk menyimpan sementara. Saya pulang dengan kecewa, padahal lagu-lagu yang mengisahkan tentang konflik di Aceh itu kesemuanya enak di dengar.
Dan sekarang di malam yang larut ini, kekecewaan itu terbayar sudah, lagu-lagu Imum Jon berhasil saya koleksi, saya unduh semuanya di internet, untung ada internet kalau tidak saya akan-akan sangat kecewa, bagaimana tidak karena lagu-lagu itu termasuk langka. Soal di toko kaset, saya tak tahu ada atau tidak, karena saya belum pernah menanyakan pada penjual kaset.
Tentang Imum Jon, sebenarnya ia bernama Sarjani bin Abdul Samad lagu-lagunya di kemas dalam bahasa Aceh, dengan lirik yang sendu, di temani petikan gitar juga di iringi dengan rapai alat musik khas Aceh. Kebanyakan lagunya berpesan tentang perjuangan Aceh, pada masa konflik dan Tsunami 26 Desember 2004 lalu.
Kalau anda Ingin mendownloadnya silahkan mengunjungi situs www.4shared.com di kolom pencarian, ketikkan kata ‘Imum Jon’ dan enter, lalu anda akan di hadapkan pada lagu-lagu Imum Jon yang siap di unduh. Dijamin lagu-lagu Imum Jon akan memanjakan telinga Anda, dan tidak akan membosankan.
Saya, saat menulis tulisan ini sebenarnya di temani 12 buah lagu-lagunya Imum Jon, yang baru saja selesai saya unduh. Bahkan ketika pagi datang mata saya juga masih kuat, ngantuk juga belum ada-ada tanda-tanda menghampiri, artinya malam ini saya begadang, pasti ini karena ulah reaksi kopi di Dhapu Kupi bersama Thayeb Loh Angen (penulis novel Teuntra Atom) tadi, he he.
No related posts.





mantap lah menyoe imum jon meulagu…hehehe
nyo bang, lon han-han glak-glak dingeu lagu imum jon.