<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG ZULHAM YUSUF</title>
	<atom:link href="http://zulham.guahira.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulham.guahira.com</link>
	<description>Suka-suka, Apa saja.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 12:55:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Bahasa Inggris dan Bahasa Sunda</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2010/07/03/bahasa-inggris-dan-bahasa-sunda/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2010/07/03/bahasa-inggris-dan-bahasa-sunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 12:55:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[PHP.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[SEDIKITNYA saya menguasai dua bahasa aktif, yaitu bahasa aceh sebagai bahasa ibu saya, dan satu lagi bahasa indonesia sebagai bahasa negeri saya. Ada dua lagi bahasa yang sangat saya suka, namun sampai sekarang masih belum bisa mengusainya, bahasa inggris dan bahasa sunda. Bahasa inggris, hanya sedikit kosa kata yang saya kuasai, namun bahasa bangsa barat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEDIKITNYA</strong> saya menguasai dua bahasa aktif, yaitu bahasa aceh sebagai bahasa ibu saya, dan satu lagi bahasa indonesia sebagai bahasa negeri saya. Ada dua lagi bahasa yang sangat saya suka, namun sampai sekarang masih belum bisa mengusainya, bahasa inggris dan bahasa sunda.</p>
<p>Bahasa inggris, hanya sedikit kosa kata yang saya kuasai, namun bahasa bangsa barat ini menjadi pembelajaran wajib yang ingin saya pelajari seterusnya sampai bisa. Karena sehari-hari saya selalu bertemu dengan bahasa inggris, contoh dekat ketika mengoperasikan komputer yang sudah menjadi tempat raupan rejeki bagi saya, di rancang memakai bahasa inggris.</p>
<p>Di tambah lagi keinginan untuk berlabuh ke luar negeri, di luar negeri bahasa umumnya bahasa inggris, nah kalau tidak menguasai bahasa inggris gimana nantinya berkomunikasi dengan orang luar negeri, sewaktu memesan makanan contohnya, kita tidak tahu harus mengatakan apa, jadi kelaparannya nantinya.</p>
<p>Bisa dikatakan, bahasa inggris sudah menjadi bahasa yang sangat penting bagi saya, misalnya sewaktu saya belajar masalah PHP, saya harus belajar di situs yang berbahasa inggris, di situs bahasa inggris rasanya lebih lengkap dan jelas, namun saya tak khawatir karena ada google translate yang menerjemahkan.</p>
<p>Lain lagi ketika membaca berita di situs-situs bahasa inggris, terlalu rumit rasanya jika menggunakan google translate, arti yang di suguh pun terkadang tidak sesuai dengan isi berita, oleh karena itulah bahasa inggris mutlak harus saya kuasai.</p>
<p>Bahasa lain yang saya suka ialah bahasa sunda, walau bahasa ini tidak terlalu penting, tapi saya suka mempelajarinya, saya suka bahasa sunda karena kebetulan Mantan Pacar saya adalah keturunan anak sunda, beberapa tahun yang lalu, ia sekolah di Aceh dan tak sengaja bertemu dengan saya, dari pertemuan itu akhirnya kami mengakui saling suka, dan akhirnya berstatus pacaran.</p>
<p>Selama pacaran itulah saya sering memintanya agar ia mengajari saya bahasa sunda, bahkan kami menukar ajaran bahasa, ia mengajari saya bahasa sunda, dan saya mengajarinya bahasa Aceh, Tapi sayang dari sekian banyak bahasa sunda yang di ajari mantan pacar saya itu, semuanya saya sudah lupa.</p>
<p>Mungkin dikarenakan emang saya orang yang pelupa, ditambah gak ada penyaluran untuk mencurahkan bahasa itu, tepatnya gak ada lawan bicara, kalau sempat berkomunikasi lagi dengan mantan pacar saya itu saya akan minta di ajari bahasa Sunda lagi. he he <img src='http://zulham.guahira.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah itu saja tentang catatan saya kali ini, semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2010/07/03/bahasa-inggris-dan-bahasa-sunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ah Entahlah</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2010/06/30/ah-entahlah/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2010/06/30/ah-entahlah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 13:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Kompasiana]]></category>
		<category><![CDATA[Teuntra Atom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=918</guid>
		<description><![CDATA[TIAP hari tanpa absen saya membuka kompasiana.com, biasanya sekedar melirik tulisan-tulisan baru, kalau ada judul yang memikat saya langsung membacanya, kalau tidak saya lebih mengabaikan, namun kali ini saya buka kompasiana khusus untuk meperkenalkan pada seseorang, namanya Thayeb Loh Angen (TLA). Saya tertarik mengenalkan kompasiana pada TLA karena ia adalah seorang penulis, dari tangannya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIAP</strong> hari tanpa absen saya membuka kompasiana.com,  biasanya sekedar melirik tulisan-tulisan baru, kalau ada judul yang  memikat saya langsung membacanya, kalau tidak saya lebih mengabaikan,  namun kali ini saya buka kompasiana khusus untuk meperkenalkan pada  seseorang, namanya Thayeb Loh Angen (TLA).</p>
<p>Saya tertarik mengenalkan kompasiana pada TLA karena ia adalah  seorang penulis, dari tangannya yang piawai dalam bermain dengan  kata-kata ia telah melahirkan sebuah novel yang berkisah tentang konflik  yang terjadi di aceh masa silam, Teuntra Atom nama novelnya.</p>
<p>Waktu saya buka kompasiana, TLA sedang duduk di samping saya, saya  katakan padanya kalau mau menulis di kompasiana saja, di sini lewat  tulisan kita bisa berbuat banyak, misalnya kita dapat berbagi  pengalaman, pengetahuan, berkenalan dengan teman baru, bahkan bisa juga  mempromosikan novelnya.</p>
<p>Saya katakan lagi, teman kita dari aceh sudah banyak yang sudah aktif  menulis di kompasiana, ada Taufik Al Mubarak, Iskandar Norman, Herman  RN, Zulfikar Akbar, dan masih banyak lagi. Saya juga menjelaskan tata  cara menulis di kompasiana sangat mudah, tinggal daftar, dan langsung  bisa menulis, tentunya dengan syarat dan ketentuan.</p>
<p>Niat mengajak TLA supaya aktif  di kompasiana juga mengingat agar  pengguna kompasiana dari Aceh bisa mencapai seratus orang, Taufik Al  Mubarak pernah mengatakan, kalau pengguna kompasiana dari Aceh mencapai  seratus orang maka tim admin kompasiana akan membuat workshop di Aceh.</p>
<p>Mendengar berita itu saya senang sekali, namun saya mengingat diri  sendiri, sejak bergabung di kompasiana pada tanggal 20 Oktober 2009 saya  hanya menulis satu tulisan, ini tulisan yang kedua, terlalu sedikit  rasanya. Terkadang saya berpikir tulisan saya macam sampah, amburadul  dan tak layak baca. Mungkin karena itu semangat menulis saya jadi pudar.  Ah Entahlah.</p>
<p>Bahkan seorang teman kompasianer dari aceh Aulia Fitri lewat sapaan  menulis “hana le update lagoe. (tidak mengupdate lagi kok)” maksudnya  saya sudah tidak mengupdate tulisan lagi di kompasiana. Saya hanya  tersenyum membaca sapaan salah satu punggawa komunitas aceh blogger itu.  Saya balas sapaan di profilnya, saya menulis “rheut semangat” dalam  bahasa indonesia arti kasarnya “jatuh semangat”, rancu emang, namun arti  bahasanya saya lagi trauma.</p>
<p>Kembali pada TLA, katanya dalam waktu dekat ia akan segera ikut  mendaftar di kompasiana.com, sebagai teman akrabnya saya berharap lebih  cepat lebih baik (pinjam slogan pak Jusuf Kalla), dan saya akan  mengupayakan semoga ada TLA-TLA lain yang ikut menulis di kompasiana  ini, semoga Admin kompasiana cepat menyapa Aceh. Terlebih lagi  kompasiana adalah situs keroyokan yang padat ilmu pengetahuan.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2010/06/30/ah-entahlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dagohill.com Jejaring Sosial Buatan Orang Aceh</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2010/06/07/dagohill-com-jejaring-sosial-buatan-orang-aceh/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2010/06/07/dagohill-com-jejaring-sosial-buatan-orang-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 19:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[dagohill.com Dago Hill]]></category>
		<category><![CDATA[Saiful Amri]]></category>
		<category><![CDATA[YM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[BAKDA magrib Minggu 06 Juni 2010, setelah menghidupkan komputer, pertama yang saya lakukan adalah mengecek email masuk di akun yahoo saya (zulham.yusuf@yahoo.com), pesan paling atas tertera nama pengirim Saiful Amri, namun saya sama sekali tidak tahu atau tidak kenal dengan pemilik nama itu. Membuka email dari Saiful Amri itu saya menemukan tulisan: Dear all&#8230; Dagohill [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_910" class="wp-caption alignnone" style="width: 373px"><a href="http://www.dagohill.com"><img class="size-full wp-image-910     " title="dagoohill" src="http://zulham.guahira.com/wp-content/uploads/2010/06/dagoohill1.jpg" alt="dagoohill" width="363" height="255" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan awal dagohill.com</p></div>
<p><strong><br />
BAKDA</strong> magrib Minggu 06 Juni 2010, setelah menghidupkan  komputer, pertama yang saya lakukan adalah mengecek email masuk di akun  yahoo saya (<a href="mailto:zulham.yusuf@yahoo.com" target="_blank">zulham.yusuf@yahoo.com</a>),  pesan paling atas tertera nama  pengirim Saiful Amri, namun saya sama sekali tidak tahu atau tidak kenal  dengan pemilik nama itu. Membuka email dari Saiful Amri itu saya  menemukan tulisan:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Dear all&#8230;<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.dagohill.com/" target="_blank"><span><br />
Dagohill</span></a> adalah  social media local (katanya sih rasa local) nah kamu bisa memperkenalkan  daerah kamu, kampus, tempat tinggal atau tempat2 yang favorit sehingga  teman2 dari lokasi yang berbeda bisa mengetahui. <a rel="nofollow" href="http://www.dagohill.com/" target="_blank"><span>http://www.dagohill  .com</span></a></p>
<p>Thanks,<br />
Saiful  Amri (<strong>Founder</strong>)</p></blockquote>
<p>Setelah membaca seksama, saya  menebak dagohill adalah sebuah jaringan sosial seperti facebook dan  twitter yang akhir-akhir ini sedang booming. Ingin mengetahui lebih  lanjut saya meng klik link <a rel="nofollow" href="http://www.dagohill.com/" target="_blank"><span>http://www.dagohill  .com</span></a>,  segera saja saya di bawa ke tampilan awal dagohill.</p>
<p>Semacam form  pendafttaran tertera di sana, awalnya saya hendak mengabaikan, namun  kalimat <em>katanya sih rasa local</em> di email itu menarik saya untuk  mengisi kolom form itu, selebih ingin mengetahui lebih lanjut saya juga ingin membuktikan apakah  benar-benar rasa local.</p>
<p>Dan benar saja aroma local mulai  tercium, ketika melihat beberapa profil pengguna dagohil yang sudah  duluan terdaftar, saya menemukan kata-kata Banda Aceh (kota tempat  tinggal saya sekarang). dan dari sekian nama pengguna, seperti tampak  nama-nama orang aceh.</p>
<p>Setelah mengkorfimasi aktivasi akun,  akhirnya saya terdaftar di dagohill, dengan pengetahuan seadanya saya  mencoba mengotak-atik dagohill, dari memasukkan foto, mengedit profil  hingga saya menulis sebuah postingan di kolom blog di situs dagohill tersebut.</p>
<div id="attachment_915" class="wp-caption alignleft" style="width: 185px"><a href="http://www.nusantarawalk.com/"><img class="size-full wp-image-915" title="saiful-2" src="http://zulham.guahira.com/wp-content/uploads/2010/06/saiful-2.jpg" alt="saiful-2" width="175" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">Cut Bang Saiful Amri</p></div>
<p>Beberapa menit sesudah  terdaftar saya mendapati sebuah request dari <a title="Cut Bang  Saiful" href="http://www.dagohill.com/profile.php?userId=1" target="_blank">Cut Bang Saiful,</a> lalu saya menerima  permintaan pertemanan dari Cut Bang Saiful itu. Sebelumnya saya juga heran dimana Bang Saiful (panggilan saya untuk Cut Bang Saiful) begitu cepatnya menemukan dan  meng add akun saya, padahal baru hitungan menit saya jadi member dagohill.</p>
<p>Kemudian lewat kolom komentar di status yang tertulis, saya terlibat obrolan dengan bang saiful, dari obrolan itu kami berencana ingin mengadakan kopi darat, kebetulan kami satu daerah di kota Banda Aceh. Di kolom komentar lainnya saya meminta akun YM Bang Saiful, dengan senang hati beliau memberi nama akun YMnya.</p>
<p>Tanpa nunggu lama, akun YM Bang Saiful saya add di YM saya, dan kebetulan saat itu juga YM Bang Saiful sedang online, dan lagi kami terlibat obrolan, kali ini lewat YM.</p>
<p>Setelah menyapa, langsung saja saya menanyakan soal Dagohill, dan di luar dugaan saya, ternyata dagohill bang Saiful sendiri yang membangunnya, yang mulai online pada tanggal 23 Maret 2010. &#8220;Mungkin nanti akan kita launhing besar-besaran&#8221; tulis Bang Saiful lewat YM.</p>
<p>Tak lupa saya tanyai tentang asal nama dagohill itu sendiri &#8220;Nama itu di ambil dari sebuah nama kota wisata di Bandung namanya Dago Hill&#8221; tulis bang saiful lagi. Lalu Bang saiful menanyakan apakah saya pernah ke sana, &#8220;belum pernah&#8221; jawab saya.</p>
<p>Namun pembuktian dari kata <em>katanya sih rasa local </em>jelas sudah, dagohill emang rasa lokal, karena di bangun oleh orang lokal sendiri yaitu Aceh, saya menarik kesimpulan situs jejaring sosial di bangun oleh orang aceh, apalagi Bang Saiful sendiri juga lahir di Banda Aceh. Sebuah prestasi yang langka (itu menurut saya, he he)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2010/06/07/dagohill-com-jejaring-sosial-buatan-orang-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Internetan di Warung Kopi</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2010/04/03/internetan-di-warung-kopi/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2010/04/03/internetan-di-warung-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 22:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Laptop]]></category>
		<category><![CDATA[Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Wi-Fi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;KALO Mesir dikenal dengan negara 1001 menara, maka Aceh dikenal dengan daerah 1001 warung kopi&#8221; Begitu sebut salah seorang dosen saya yang tak sengaja menyinggung bagaimana Aceh ini banyak sekali di penuhi warung kopi, dari pelosok desa sampai ujung kota. Mendengar perkataan Bapak Dosen itu, saya membayangkan dan menyetujui perkataan pak dosen kalau Aceh sangat pantas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_891" class="wp-caption aligncenter" style="width: 415px"><img class="size-full wp-image-891 " title="wahyu" src="http://zulham.guahira.com/wp-content/uploads/2010/04/wahyu.jpg" alt="wahyu" width="405" height="269" /><p class="wp-caption-text">Wahyu Rezeki (kiri) menyelesaikan tugas kuliah sambil internetan bersama rekannya Yusrizal, di salah satu warung kopi kota Banda Aceh (foto zulham yusuf)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>&#8220;<strong>KALO</strong> Mesir dikenal dengan negara 1001 menara, maka Aceh dikenal dengan daerah 1001 warung kopi&#8221; Begitu sebut salah seorang dosen saya yang tak sengaja menyinggung bagaimana Aceh ini banyak sekali di penuhi warung kopi, dari pelosok desa sampai ujung kota. Mendengar perkataan Bapak Dosen itu, saya membayangkan dan menyetujui perkataan pak dosen kalau Aceh sangat pantas disebut sebagai negeri 1001 warung kopi.</p>
<p>Memang tak ada yang mengakui pastinya tentang istilah Aceh sebagai negeri 1001 warung kopi, saya juga baru mendengar istilah itu dari Bapak Dosen. Istilah yang menurut saya kurang menarik, karena biasanya orang yang duduk di warung kopi itu dicerminkan dengan orang pemalas. Menghabiskan waktu berjam-jam hanya di temani secangkir kopi, rokok dan secarik koran. Setelah bosan baru pulang dan besok datang lagi.</p>
<p>Keadaan itu seperti potret kebiasaan yang kurang baik, tapi juga tak terlalu buruk, kalau di lihat dari nilai positifnya, warung kopi juga bisa dijadikan tempat untuk bertukar ide, mempererat hubungan persaudaraan, bahkan bisa dijadikan tempat mencari ilmu. Kota Banda Aceh misalnya, warung kopi tak lagi sebatas tempat nongkrong biasa, kini kebanyakan warkop di sana sudah di fasilitasi jaringan Wi-Fi, artinya untuk sebuah koneksi agar tersambung ke internet adalah hal biasa di Banda Aceh cukup dengan modal sebuah laptop dan Handphone plus Wi-Fi.</p>
<p>Hal ini juga di akui oleh Obbie Messakh penyanyi era 80-an &#8220;Saya berpikir banyak potensi dan pastinya transaksi juga terjadi karena saya lihat di warung kopi juga tersedia jaringan internet. Kalau di kota besar lainnya harus ke mall atau restoran kelas menengah ke atas baru bisa menikmati wifi&#8221; Katanya ketika kunjungan pertama kali ke Aceh untuk mengisi &#8216;Konser Tembang Album Kenangan&#8217; bersama sejumlah penyanyi lainnya seperti Ahmad Albar, Dian Pishesa dan Christine Panjaitan, Minggu 22 Februari 2010 lalu. (www.antaranews.com)</p>
<p>Alasan pemilik warung kopi memasang jaringan Wi-Fi adalah untuk menarik pengunjung, mengingat Banda Aceh adalah kota yang sibuk dengan segala aktifitas, pekerja dan mahasiswa, di tambah dengan zaman modern yang serba berteknologi, bekerja tidak lagi dengan mesik ketik yang membuat penat jemari tangan saja, kini ada laptop yang lebih canggih ringan dan mudah. Tugas bisa di kerjakan dimana saja, bahkan di warung kopi sekalipun.</p>
<p>Sudah jadi rahasia umum kalau ngopi di Banda Aceh kini sambil internetan, kurang lengkap rasanya kalau pelanggan tidak punya laptop, yang bisa memudahkan segala hal, komunikasi jarak jauh, nimba ilmu, update informasi, juga memudahkan mahasiswa untuk mencari bahan kuliah yang akan dipelajari nantinya. Seperti salah seorang kawan, Wahyu Rezeki namanya, ia bersama laptopnya kerap menyelesaikan tugas kuliah hanya sambil menikmati secangkir kopi.</p>
<p>Tapi sayang kebanyakan pengakses internet di warung kopi tidak seperti Wahyu yang memanfaatkan teknologi ini sebaik mungkin, seperti pengamatan saya, kebanyakan pengakses internet di warkop sibuk dengan facebook, kalau kita lihat layar laptop para pengunjung di warung kopi, hampir semuanya di penuhi gambar berwajah facebook, kalau tidak itu maka mereka sibuk dengan permainan kartu yang namanya Texas Holdem Poker. Padahal sangat banyak hal lain yang lebih bermanfaat daripada facebook dan permainan poker itu.</p>
<p>Ya, saya mengharapkan dengan adanya akses internet mudah ini, Aceh jadi lebih maju, melahirkan generasi yang benar-benar memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya, juga bisa melahirkan lulusan-lulusan penerus dengan pemikiran yang briliant yang berguna bagi nusa dan bangsa. membawa negari ke arah yang lebih baik dengan pemanfaatan teknologi yang benar. Semoga.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2010/04/03/internetan-di-warung-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ditipu Tapi Puas</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2010/03/04/ditipu-tapi-puas/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2010/03/04/ditipu-tapi-puas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 09:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[IP]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Rijal]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[BAGAIMANA rasanya di tipu kawan sendiri? sungguh kita sangat kecewa, bahkan kawan yang kadang-kadang merasakan lapar dan kenyang secara bersama-sama, maklum dunia perantauan bagi keluarga yang ekonomi di bawah rata-rata seperti kami memang begitu adanya. Tapi kawan akrab itu suatu hari menipu saya, tak merembes ke titik permusuhan, malah tipuannya itu membuat saya puas hati. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-896" title="tipu" src="http://zulham.guahira.com/wp-content/uploads/2010/03/tipu.jpg" alt="tipu" width="240" height="351" />BAGAIMANA</strong> rasanya di tipu kawan sendiri? sungguh kita sangat kecewa, bahkan kawan yang kadang-kadang merasakan lapar dan kenyang secara bersama-sama, maklum dunia perantauan bagi keluarga yang ekonomi di bawah rata-rata seperti kami memang begitu adanya. Tapi kawan akrab itu suatu hari menipu saya, tak merembes ke titik permusuhan, malah tipuannya itu membuat saya puas hati.</p>
<p>Adalah dalam hal perkuliahan, kawan saya itu, namanya Rijal, sampai hati menipu saya. Waktu itu, Kamis 25 Februari 2009, saya bertolak ke kampung halaman karena sesuatu hal, karenanya saya tidak bisa menyelesaikan administrasi kuliah, saya meminta tolong pada Rijal agar menggantikan saya dalam mengurusi urusan kuliah.</p>
<p>Urusan itu mengambil nilai IP (indeks prestasi) saya yang belum keluar di bagian akademik kampus, karena sesuatu kesalahan, nilai IP atas nama saya jadi terlambat keluar, terpaksa saya harus mengambil beberapa hari kedepan, menunggu kesalahan diperbaiki. Makanya saya utus Rijal, karena saya pulang ke kampung halaman.</p>
<p>Saya baru saja melewati semester 3, di semester 1 saya mendapat IP yang di bawah standar, semester 2 saya juga mengalami hal sama, karena itu di semester 3 saya di batasi mengambil mata kuliah, saya menerima semua keanjlokan nilai IP, karena kesalahan dan kelalaian saya sendiri, kalau saya lebih yakin mungkin hal itu tidak akan terjadi pastinya.</p>
<p>Kini semester tiga usai sudah, IP belum saya ketahui berapa nilainya, karena saya di kampung, saya menunggu Rijal yang mengambil IP saya. Pada tanggal 26 Februari Jumat malam, saya mencoba mengirim SMS untuk Rijal, menanyakan berapa nilai IP saya. Dengan deg-degkan saya menunggu balasannya, berharap ia menyebutkan nilai yang tinggi.</p>
<p>Sesaat hape saya berbunyi, mata saya melotot layar hape, tombol view saya tekan dengan gelisah, bagaimana tidak, semester 3 ini, saya berniat tidak melalaikan, dan akan lebih mengutamakan kuliah daripada kerja. Niat kedepan, saya fokus kuliah dan optimids akan memetik nilai yang baik.</p>
<p>Balasan SMS muncul, tak lain dari Rijal, melihat SMS kiriman Rijal itu saya tambah gelisah, membuat semangat saya menurun untuk fokus kuliah di masa mendatang. Rizal melalui SMS itu mengatakan nilai IP saya adalah 0.95, saya terpana seakan tidak percaya.</p>
<p>Kurang yakin dengan nilai segitu rendahnya, saya meyakinkan dengan menelepon Rijal secara langsung, &#8220;Ia Zul, memang segitu nilai kamu, bagaimana mungkin saya bohong sama kamu&#8221; Kata Rijal meyakinkan. Telepon saya tutup, mencoba memikirkan nilai 0.95, saya tidak percaya, padahal selama kuliah saya selalu menyelesaikan tugas dosen dengan baik. Walau terkadang ada juga yang pincang di sana-sini.</p>
<p>Saya memperkirakan ada yang salah dengan nilai saya itu, namun saya juga sangat percaya sama Rijal, toh dia teman yang baik, tidak mungkin ia menipu saya.</p>
<p>Hari Minggu 28 Februari 2010, saya bertolak ke Banda Aceh, meninggalkan kampung halaman. Sampai di Banda Aceh saya masih dibuat gelisah dengan nilai 0.95 itu. Semangat menurun, tidurpun terasa terusik, pastinya tidak nyenyak sama sekali. Hari Selasa 2 Maret 2010, Di sebuah warung kopi Saya bertemu Rijal, jadwal pertemuan sudah saya atur sebelumnya.</p>
<p>Rijal tampak santai di temani minuman dingin berwarna kuning, setelah menyapa saya duduk di sampingnya. &#8220;Hei bro, kangen kali saya sama kamu&#8221; Canda rijal sembari senyum melotot wajah saya. &#8220;Kok wajahnya kusut kali senyum dong&#8221; Tambahnya lagi, saya tersenyum. &#8220;Bagaimana dengan nilai IP saya, apa masih 0.95&#8243; kata saya dengan lesu, Rijal hanya mengangguk, meyakinkan kalau nilai saya IP saya memang begitu adanya.</p>
<p>&#8220;Gimana kalau kita komplain ke bagian akademik&#8221; tanya Rijal, &#8220;Boleh&#8221; jawab saya singkat, Lalu Rijal mengambil tasnya, ia memasukkan tangannya, dan mengeluarkan berkas-berkas kertas dalam plastik, termasuk berkas IP saya ada juga di dalamnya. Karena terlalu banyak kertas, ia harus memilah-milah, mencari-cari pasti nilai IP milik saya.</p>
<p>Dan Rijal menyodorkan kertas berukuran A4 pada saya, dari cirinya saya tahu kertas itu tertulis kumpulan nilai-nilai saya selama kuliah di semester 3. Saya mengambilnya, mata saya langsung tertuju pada tulisan bertuliskan IP. Aneh, dan ada yang berbeda. Disana tidak tertulis 0.95, melainkan 2.71. Setelah menanyakan pada Rijal IP yang sebenarnya adalah 2.71.</p>
<p>Akhirnya saya tahu, kalau sebelumnya Rijal membohongi saya dengan tidak memberi tahu nilai IP yang sebenarnya. &#8220;Saya hanya ingin melihat respon kamu saja, rupanya tak ada yang istimewa&#8221; Katanya beralasan sembari ketawa puas. Tapi hati saya sedikit senang, bagaimana tidak, bermandikan keringat, melawan terpaan debu, melawan sengat matahari selama satu semester, rupanya tidak sia-sia. Ya, saya ditipu tapi puas. Ha ha ha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2010/03/04/ditipu-tapi-puas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begadang, Unduh Lagu Imum Jon</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2010/02/24/begadang-demi-lagu-imum-jon/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2010/02/24/begadang-demi-lagu-imum-jon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 00:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Imum Jon]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Mirza Fahmi]]></category>
		<category><![CDATA[Thayeb Loh Angen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[PUKUL 03.00 pagi, saya bersama Thayeb Loh Angen, baru saja tiba di kantor, sebelumnya kami menikmati secangkir kopi di Dhapu Kupi, Simpang Surabaya, Banda Aceh. Selesai memakirkan sepeda motor, Pak Thayeb langsung pergi merebahkan tubuh dan mengistirahatkan mata di kamar pribadinya. Saya memutuskan kembali duduk di depan komputer, mata saya masih kuat belum ada tanda-tanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_840" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class="size-medium wp-image-840 " title="imum-jon" src="http://zulham.guahira.com/wp-content/uploads/2010/02/imum-jon-300x216.jpg" alt="Imum Jon" width="240" height="173" /><p class="wp-caption-text">Imum Jon</p></div>
<p>PUKUL 03.00 pagi, saya bersama Thayeb Loh Angen, baru saja tiba di kantor, sebelumnya kami menikmati secangkir kopi di Dhapu Kupi, Simpang Surabaya, Banda Aceh. Selesai memakirkan sepeda motor, Pak Thayeb langsung pergi merebahkan tubuh dan mengistirahatkan mata di kamar pribadinya.</p>
<p>Saya memutuskan kembali duduk di depan komputer, mata saya masih kuat belum ada tanda-tanda ngantuk sedikitpun, komputer saya nyalakan, internetpun terhubung, saya memutuskan membuka halaman facebook, namun saya tak menemukan apa-apa di sana.</p>
<p>Saya memutar pikiran, bagaimana melalaikan diri, mengingat malam sudah larut  sedangkan orang lain asik dengan mimpinya, tidak mungkin saya harus berkutat dengan komputer dan tidak berbuat apa-apa.</p>
<p>Namun kebuntuan terlepas, entah kenapa saya memutuskan untuk mendownload lagu Aceh saja, setelah share sana sini saya memilih mencari lagu Imum Jon, saya tertarik karena sempat mendengar lagu itu di rumah kos teman saya, Mirza Fahmi. Ia sendiri sangat suka dengan lagu-lagu yang di nyanyikan Imum Jon itu, bahkan sebagian besar ia sudah menghapal lirik-liriknya.</p>
<p>Tak ayal lagi, setelah mendengar musik berjudul &#8216;Pusaka Nanggroe&#8217; yang di nyanyikan oleh Imum Jon, saya langsung tertarik. Tak hanya itu, Mirza dengan sekali klik, memutar semua lagu-lagu yang di nyanyikan Imum Jon, saya jadi tambah tertarik, tertarik untuk mengoleksinya.<span id="more-802"></span></p>
<p>Sayangnya, waktu di rumah Kos Mirza itu, saya tak  sempat mengkopi lagu-lagu Imum Jon, alasannya saya tidak punya Flashdisk, tak tempat untuk menyimpan sementara. Saya pulang dengan kecewa, padahal lagu-lagu yang mengisahkan tentang konflik di Aceh itu kesemuanya enak di dengar.</p>
<p>Dan sekarang di malam yang larut ini, kekecewaan itu terbayar sudah, lagu-lagu Imum Jon berhasil saya koleksi, saya unduh semuanya di internet, untung ada internet kalau tidak saya akan-akan sangat kecewa, bagaimana tidak karena lagu-lagu itu termasuk langka. Soal di toko kaset, saya tak tahu ada atau tidak, karena saya belum pernah menanyakan pada penjual kaset.</p>
<p>Tentang Imum Jon, sebenarnya ia bernama Sarjani bin Abdul Samad lagu-lagunya di kemas dalam bahasa Aceh, dengan lirik yang sendu, di temani petikan gitar juga di iringi dengan rapai alat musik khas Aceh. Kebanyakan lagunya berpesan tentang perjuangan Aceh, pada masa konflik dan Tsunami 26 Desember 2004 lalu.</p>
<p>Kalau anda Ingin mendownloadnya silahkan mengunjungi situs <a href="http://www.4shared.com/" target="_blank">www.4shared.com</a> di kolom pencarian, ketikkan kata &#8216;Imum Jon&#8217; dan enter, lalu anda akan di hadapkan pada lagu-lagu Imum Jon yang siap di unduh. Dijamin lagu-lagu Imum Jon akan memanjakan telinga Anda, dan tidak akan membosankan.</p>
<p>Saya, saat menulis tulisan ini sebenarnya di temani 12 buah lagu-lagunya Imum Jon, yang baru saja selesai saya unduh. Bahkan ketika pagi datang mata saya juga masih kuat, ngantuk juga belum ada-ada tanda-tanda menghampiri, artinya malam ini saya begadang, pasti ini karena ulah reaksi kopi di Dhapu Kupi bersama Thayeb Loh Angen (penulis novel Teuntra Atom) tadi, he he.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2010/02/24/begadang-demi-lagu-imum-jon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Goresan Melepas Kerinduan</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2010/02/23/sedikit-goresan-melepas-kerinduan/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2010/02/23/sedikit-goresan-melepas-kerinduan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 19:58:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[guahira.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[SUDAH dua bulan saya tidak menulis, rasa-rasanya tidak enak sendiri, seperti saya tulis tulisan ini, mungkin karena lagi nafsu menulis lagi tinggi, katakanlah rindu menulis, makanya saya bela-bela untuk menulis, padahal saya tak tahu apa yang harus saya tulis, aneh memang. Dengan sedikit goresan, mungkin bisa membuat rindu menulis saya terbayar, biar plong, tak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-880" title="menulis" src="http://zulham.guahira.com/wp-content/uploads/2010/02/menulis.jpg" alt="menulis" width="240" height="168" />SUDAH</strong> dua bulan saya tidak menulis, rasa-rasanya tidak enak sendiri, seperti saya tulis tulisan ini, mungkin karena lagi nafsu menulis lagi tinggi, katakanlah rindu menulis, makanya saya bela-bela untuk menulis, padahal saya tak tahu apa yang harus saya tulis, aneh memang.</p>
<p>Dengan sedikit goresan, mungkin bisa membuat rindu menulis saya terbayar, biar plong, tak ada sangkut pautnya dalam hati untuk merangkai kata, namun tak pernah sampai jadi tulisan. Kalau di ingat-ingat banyak sekali yang ingin saya tulis. Karena saking banyaknya hingga tak tahu harus nulis apa.</p>
<p>Pemula seperti saya memang harus berjuang keras untuk selalu eksis dalam dunia rangkai kata, apalagi saya ini berangkat dari nol besar. Memang, saya berpikir untuk memulai dari hal yang terkecil, agar bisa menelurkan tulisan-tulisan yang besar dan enak di baca, tapi saya merasa sangat sulit. <span id="more-794"></span></p>
<p>Niat saya besar, namun yang mendorong niat itu, kurang kuat, bahkan tidak ada sama sekali, hingga akhirnya saya jadi malas sendiri. Toh siapa yang tidak bisa menulis, semua orang bisa menulis, ya awalnya nulis sampah, seperti saya. He he</p>
<p>Mengingat pertama buat blog ini, semangat saya menggebu-gebu, bahkan saya berjanji pada abang saya, untuk menulis yang rajin, juga akan menulis untuk situs guahira.com, kalau tidak blog saya ini akan di hapus. Tapi sampai sekarang saya belum menulis satupun di guahira.com, dan blog saya ini masih hidup. Mungkin saya masih di beri kompensasi oleh abang saya itu.</p>
<p>Toh semua itu butuh proses, apalagi di kehidupan saya ini yang harus berjuang sendiri untuk mencari materi agar bisa tetap bernafas, mengesampingkan niat tulis menulis, bagaimana bisa nafsu nulis, urusan perut masih kriuk-kriukan. Tapi, yang namanya niat tetap satu, pengen terus menulis, walau hanya sampah. He he.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2010/02/23/sedikit-goresan-melepas-kerinduan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Dalam Genggaman</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2009/12/20/dunia-dalam-genggaman/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2009/12/20/dunia-dalam-genggaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 07:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Telkom telah mendeklarasikan bahwa dunia telah berada di dalam genggaman (The World in Your Hand) TERLAMBAT ketika saya mengetahui bahwa dunia telah berada dalam genggaman, padahal dunia di tangan telah lama saya rasakan, ketika awal-awal ngeblog dulu, saya sering membuka laman blog saya melalui ponsel Nokia 3100, handphone genggam tercanggih pertama saya yang berlayar warna. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Telkom telah mendeklarasikan bahwa dunia telah berada di dalam genggaman (<em>The World in Your Hand</em>)</p></blockquote>
<p><strong>TERLAMBAT</strong> ketika saya mengetahui bahwa dunia telah berada dalam genggaman, padahal dunia di tangan telah lama saya rasakan, ketika awal-awal ngeblog dulu, saya sering membuka laman blog saya melalui ponsel Nokia 3100, handphone genggam tercanggih pertama saya yang berlayar warna. Walau berlayar kecil, namun saya bisa merasakan bagaimana nikmatnya ngeblog itu.</p>
<p>Waktu itu, saya masih berseragam SMA pertengahan tahun 2007, saya sudah memiliki blog, di kota saya sendiri warnet masih menjadi barang baru, sayapun keseringan membuka blog lewat handphone genggam, pernah juga saya pamerkan halaman blog saya kepada kawan sebangku SMA. Mereka hanya mengangguk terkagum-kagum saja. Setelahnya Tak ada respon apa-apa.</p>
<p>Sekarang teknologi berbasis komunikasi, handphone, bukan lagi barang baru, sudah menjadi barang permintaan utama anak balita setelah boneka, tak hanya di kota-kota besar, di kampungpun jadi, istilah handphone bukan barang baru bagi anak yang masih bisa dibilang bau kencur itu.<span id="more-8"></span></p>
<p>Dan kemarin tanggal 19 desember, ketika selesai mengikuti ujian final di kampus, saya melihat kawan mengotak-atik handphone genggamnya, setelah saya dekati langsung saja dia berkata <em>&#8220;dunia dalam genggaman&#8221;</em> sembari mengeluarkan senyum manisnya.</p>
<p>Ternyata ia sedang mencari jawaban soal final lewat handphone genggamnya, hanya beberapa kata ia ketikkan di laman google.com, muncul sederet pengertian yang ia inginkan. Saya berdecak kagum bahwa ia tak menyiakan istilah <em>The World in Your Hand</em>.</p>
<p>Di sisi lain saya juga menyayangkan kalau istilah itu salah dipergunakan, Misal ia melakukan hal yang merugikan diri sendiri, melihat dunia wanita tanpa baju yang begitu banyak bertebaran di internet, atau terlalu melihat dunia nantinya ia akan lupa akan tugas akhirat. Atau hal-hal lain yang membuat ia ke arah yang tidak baik. Bukan tidak mungkin internet tak hanya bersifat positif, sifat negatif juga tak sedikit.</p>
<p>Namun, kalau digunakan pada kadar dan porsi yang tepat, internet jelas sangat menguntungkan pemakainya, bagi sebagian, internet sudah menjadi pustaka pribadi, sudah menjadi ladang ilmu, internet menyediakan beragam artikel yang sangat bermanfaat, yang bisa menambah ilmu pengetahuan.</p>
<p>Apalagi internet membuat kita tidak ketinggalan informasi, karena internet menyediakan berbagai situs berita, dari yang dalam maupun luar negeri, bagi yang sadar akan itu, sungguh internet menjadi bagian penting dalam hidupnya, &#8220;internet itu mencerdaskan&#8221; mungkin itu pendapat yang pantas bagi mereka yang benar memanfaatkan istilah &#8220;Dunia dalam genggaman&#8221;.**</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2009/12/20/dunia-dalam-genggaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari WordPress Hingga Guahira</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2009/12/17/dari-wordpress-hingga-guahira/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2009/12/17/dari-wordpress-hingga-guahira/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 12:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[alexa.com]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulham.guahira.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[KALO begini jadinya tentu saja saya tak ingin mengenal dunia tulis menulis, apalagi jadi blogger, yang syarat utama harus menulis, ah sia-sia saja kalau saya sesalkan, saya terlalu mengenal keduanya sehingga saya tak bisa mengurungkan niat saya untuk berhenti menulis sesuatu, walau itu hanya sampah, saya juga berniat, namun saya tak tega menanggalkan status blogger. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KALO</strong> begini jadinya tentu saja saya tak ingin mengenal dunia tulis menulis, apalagi jadi blogger, yang syarat utama harus menulis, ah sia-sia saja kalau saya sesalkan, saya terlalu mengenal keduanya sehingga saya tak bisa mengurungkan niat saya untuk berhenti menulis sesuatu, walau itu hanya sampah, saya juga berniat, namun saya tak tega menanggalkan status blogger.</p>
<p>Terlalu kecantol, bisa dikatakan saya tak ingin berpisah dari, menulis di blog, satu lagi yang membuat saya agak aneh kalau saya ini disebut blogger, blogger yang menurut saya ialah orang yang memiliki satu domain dan mengupdate tulisan dengan konsisten, tapi saya, lagi-lagi teringat kalau saya ini adalah blogger yang tidak jelas. Punya domain banyak dan tak konsisten sama sekali.</p>
<p>Benar saja kalau ada yang beranggapan &#8220;kamu ini belum tahu tujuan ngeblog&#8221; terus terang saya mengakui itu. Bahkan sekarang, ah entahlah.</p>
<p>Saya ingin bercerita tentang perjalanan nama domain saya sebagai identitas blogger, mulai dari wordpress.com hingga guahira.com ini, mungkin di sertai beberapa alasan, pertama kali, blog saya di buat oleh abang saya sendiri yang lebih dulu mengenal dunia blog, nama blognya azuel.wordpress.com, waktu itu saya baru masuk dunia rangkai kata, beberapa tulisan saya di blog itu, semuanya sampah.<span id="more-3"></span></p>
<p>Karena domain itu menempel nama wordpress, saya jadi tidak suka, dengan alasan yang tidak jelas, setelahnya saya mengenal domain co.cc yang notabene domain gratisan, saya sangat berminat lalu saya buat nama domain dengan nama zulhamyusuf.co.cc, karena kurang memuaskan dan agak terlihat jelek, saya jadi bosan sendiri, satu atau dua tulisan yang saya posting.</p>
<p>Lalu beberapa aktivis komunitas acehblogger.org sukses mencetus sebuah paltform blog yang di khususkan untuk anak aceh dengan domain nanggroe.com, sedikit terpikat lalu saya numpang dengan domain asoe.nanggroe.com, namun entah alasan apa, saya jadi kurang bernafsu dengan domain itu.</p>
<p>Beberapa hari kemudian dengan sedikit modal saya mencoba membeli nama domain dan hosting sendiri, nama domainnya zulham.com tak lain nama saya sendiri, punya sebuah kebanggaan ketika memiliki nama domain itu, lebih bergengsi, walau isi postingannya hanya sekedar adonan terasi, he he, dengan domain itu saya sedikit sukses, setelah melihat traffik di alexa.com blog saya itu sedikit meningkat, apalagi saya bisa mengenal blogger nasional lewat blog itu.</p>
<p>Sedikit sukses dengan domain zulham.com, saya memberanikan diri membuat blog satu lagi dengan domain sama, yaitu blog.zulham.com, seiring waktu berjalan tulisan saya di blog.zulham.com mendapat sambutan baik, namun saya kewalahan mengelola dua buah blog, hingga akhirnya saya lebih terfokus di blog.zulham.com.</p>
<p>Namun seiring waktu berjalan, domain hasil tukar rupiah itu masa onlinenya berakhir, sayapun tak sanggup lagi memperpanjang jam terbangnya, pendapatan keuangan saya belum bisa saya alokasikan untuk domain itu, dengan sedikit kecewa saya ikhlaskan saja, setelah itu saya berniat untuk berhenti ngeblog saja. Namun karena terlalu kecantol, saya seperti tak bisa berpisah dari dunia blog, mesti saya tak tahu harus menulis apa di blog.</p>
<p>Tak lama saya bangun kembali domain di nanggroe.com dengan nama bidjeh.nanggroe.com, sekarang masih aktif, hanya tiga tulisan yang sempat saya update, namun karena beberapa fasilitas yang kurang memuaskan, akhirnya saya pindah lagi alamat blog lagi di zulham.guahira.com ini. Ini yang baru, dan berniat untuk yang terakhir.</p>
<p>Begitulah perjalanan alamat blog saya, ada pahit dan juga manis, namun ilmu dari beberapa domain itu sangat banyak yang saya dapatkan, hingga saya mengenal HTML, CSS, desain web, dan banyak lagi, namun tetap saja saya ini bukan blogger sungguhan, yang benar-benar konsisten. Tapi saya mencoba untuk menjadi yang lebih baik.***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2009/12/17/dari-wordpress-hingga-guahira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewa Gitar dari Korea Selatan</title>
		<link>http://zulham.guahira.com/2009/08/22/dewa-gitar-dari-korea-selatan/</link>
		<comments>http://zulham.guahira.com/2009/08/22/dewa-gitar-dari-korea-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 23:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bicara Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Gitar]]></category>
		<category><![CDATA[Gitar Akustik]]></category>
		<category><![CDATA[korea selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sung Hajung]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.zulham.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Foto di samping hanyalah anak kecil biasa yang masih suka dengan boneka, yang sehari-harinya mengisi kekosongan dengan bermain, juga belajar sebagaimana kewajiban anak di sekolah, namun siapa sangka anak ini memiliki talenta besar dalam bermain gitar. Namanya Sung Hajung. Berasal dari Korea Selatan se-negara dengan Park Ji Sung, gelandang sayap andalan klub sepakbola besar inggris, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Sung Hajung" src="http://i480.photobucket.com/albums/rr164/zulhamdotcom/sunghajung-1.jpg" alt="" width="181" height="243" />Foto di samping hanyalah anak kecil biasa yang masih suka dengan boneka, yang sehari-harinya mengisi kekosongan dengan bermain, juga belajar sebagaimana kewajiban anak di sekolah, namun siapa sangka anak ini memiliki talenta besar dalam bermain gitar.</p>
<p>Namanya Sung Hajung. Berasal dari Korea Selatan se-negara dengan Park Ji Sung, gelandang sayap andalan klub sepakbola besar inggris, Manchester United. Sung Hajung lahir pada tanggal 2 September 1996. Sekarang, umurnya berkisar 13 tahun.</p>
<p>Saya mengenalnya beberapa waktu yang lalu, bukan lewat tatap muka langsung, sebatas layar kaca, lewat sodoran video seorang teman saya yang memperlihatkan dia sedang bermain gitar. Tak ayal lagi saya langsung terkesima dan terkagum-kagum melihat seorang anak kecil yang begitu jeli dalam memetik gitar.</p>
<p>Petikan gitar yang ia mainkan bisa di katakan sangat sempurna, tangan kirinya pun begitu mudah menari-menari mengatur chord gitar, tak ada hambatan sedikitpun, mengalir begitu saja, lembut, cepat dan tepat, hingga menimbulkan suara musik yang seolah di mainkan oleh gitaris profesional.</p>
<p>Sung Hajun bermain gitar bergaya akustik, ia tidak menambahkan suara atau efek tertentu untuk pelengkap, itonasi musik yang muncul, asli berdasar pada gitar yang ia mainkan. Kebanyakan musik yang ia mainkan adalah adopsi dari lagu band-band ternama eropa, sedikitnya seperti The Beatles, Sting, U2,  Bon Jovi, Michael Jackson dan Stevie Wonder. Ia hanya mengalaborasi kembali dengan gayanya sendiri. <span id="more-780"></span></p>
<p><img class="alignleft" src="http://i480.photobucket.com/albums/rr164/zulhamdotcom/sunghajun2-2.jpg" alt="" width="207" height="289" />Sekarang, Sung disebut-sebut sebagai Dewa Musik dari Korea Selatan. Karena kepiawaiannya bermain gitar, Ia kerap sekali di undang untuk menyemarakkan acara tertentu, seperti konser dan festival, seperti pada acara SIYFF (Seoul Youth International Film Festival) di Seoul, Korea Selatan,  akhir-akhir ini.</p>
<p>Sung mulai belajar gitar pada awal tahun 2006, Awalnya hanya sebagai hobi, sesekali ia belajar pada ayahnya. Namun ia lebih banyak belajar sendiri secara otodidak pada video musik yang di belikan ayahnya, juga beberapa video dari internet. Sung berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai karyawan  di sebuah perusahaan di Korea.</p>
<p>Sung sama seperti anak lainnya, ia seorang murid, Sehari ia menghabiskan waktu untuk belajar gitar 2 sampai 3 jam perhari. Untuk menyelesaikan satu buah lagu ia butuh waktu 5 jam, untuk hasil yang maksimal, terkadang ia bisa menghabiskan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan.</p>
<p>Ia tidak butuh studio yang bagus untuk merekam lagunya, juga tidak butuh banyak kru untuk menyelesaikan musiknya, semuanya di kerjakan sendiri di rumahnya, termasuk rekaman, ia merekam sendiri videonya.</p>
<p>Di internet, nama Sung Hajun mungkin sudah tak asing lagi, videonya yang sedang bermain gitar begitu banyak bertebaran, seperti di situs video yang paling popoler, www.youtobe.com. Hebatnya ada juga video yang memperlihatkan Sung sedang berduet dengan Ulli Boegershausen musisi yang paling terkenal dari Jerman.</p>
<p>Berikut salah satu video penampilan Sung Hajung yang saya ambil di youtube.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/g5WB-p-QBJc&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/g5WB-p-QBJc&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Foto-foto: sunghajung.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulham.guahira.com/2009/08/22/dewa-gitar-dari-korea-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
